Minggu, 01 Agustus 2010

Diet Asal-asalan Bikin Tulang Rapuh

LONDON — Memiliki tubuh ramping dan enak dipandang adalah impian setiap wanita. Untuk mewujudkannya, mereka kerap tidak ragu menjalani serangkaian diet guna mencapai bentuk tubuh ideal.

Salah satunya adalah dengan berhenti mengonsumsi produk susu dan melakukanfad diet, sejenis diet populer di Barat yang menjanjikan penurunan berat badan dengan cepat. Padahal, diet asal-asalan itu dapat menyebabkan wanita berisiko terkena osteoporosis atau keropos tulang.

Para ahli belum lama ini menyampaikan peringatan bahaya diet yang tidak tepat. Penelitian menunjukkan, hampir sepertiga perempuan di Inggris berambisi melangsingkan badan hingga mereka harus berhenti mengonsumsi beberapa jenis makanan yang mengandung kalsium.

Peringatan itu dikeluarkan selang beberapa pekan setelah aktris Gwyneth Paltrow mengungkapkan bahwa dirinya menderita osteopenia, atau penipisan tulang yang dapat menjadi cikal bakal osteoporosis. Aktris 37 tahun itu menjalani diet ketat rendah keju, mentega, susu, dan makanan lain yang kaya kalsium yang berguna untuk penguatan tulang.

Sebuah jajak pendapat di Inggris terhadap kebiasaan makan 4.500 wanita menemukan bahwa 30 persen mengaku menghindari seluruh jenis makanan tersebut demi impian tubuh ramping.

Sebanyak 28 persen dari pelaku diet itu mengatakan mereka berhenti mengkonsumsi keju. Sementara 11 persen menyatakan mencoret semua produk susu dari menu. Lebih dari 41 persen tak lagi mengonsumsi roti, padahal roti ini telah diperkaya kalsium yang baik bagi tulang.

Sekitar 26 persen responden mengatakan, mereka hanya melihat kandungan lemak dan kalori pada label makanan serta mengabaikan informasi lainnya tentang kandungan gizi. Padahal, kekeliruan ini bisa berdampak pada kegagalan membangun struktur tulang yang kuat pada usia 35, yang berujung pada meningkatnya risiko osteoporosis di kemudian hari.

Faktaannya, diet asal-asalan ini ternyata diikuti tiga juta orang di Inggris. Di mana ditemukan lebih dari 230.000 kasus tahun patah tulang setiap tahunnya dengan kondisi tulang paling rapuh terdapat pada pergelangan tangan, punggung, dan pinggul.

The Food Standard Agency telah merekomendasikan kebutuhan kalsium per hari untuk dewasa mencapai 700 mg, yang dapat diperoleh dari beragam jenis makanan atau pun lewat diet erimbang.

Kalsium selain terdapat pada roti dan produk susu juga bisa ditemukan pada brokoli, kubis, tahu, dan kacang. Sementara untuk menambah asupan mineral, Anda dapat mengonsumsi sarden atau ikan yang dimakan beserta tulangnya.

"Riset terbaru ini menyoroti bahwa tampilan tubuh ideal harus dibarengi oleh tulang yang sehat. Di mana kalsium dan lemak meminkan peranan penting dalam membangun struktur tulang yang kuat. Sementara diet asal-asalan yang dilakukan dapat merapuhkan tulang Anda," ungkap seorang juru bicara dari National Osteoporosis Society.

"Ada banyak tekanan untuk menjadi langsing, tapi hal itu bisa dikompromikan apabila Anda tetap ramping, tetapi tulang Anda sehat. Jika Anda ingin tetap langsing, tetapi tulang anda tetap kuat cobalah produk susu rendah lemak yang kaya kalsium. Sebagai contoh, susu skim memiliki kalsium lebih tinggi dibanding susu full cream," ujarnya.

Minggu, 25 Juli 2010

Konjungtivitis

enyakit konjungtivitis adalah satu penyakit berjangkit.

Konjungtivitis adalah suatu peradangan pada konjungtiva.


Daftar isi

[tampilkan]

[sunting]
Konjungtivitis Gonokokal

Bayi baru lahir bisa mendapatkan infeksi gonokokus pada konjungtiva dari ibunya ketika melewati jalan lahir. Karena itu setiap bayi baru lahir mendapatkan tetes mata (biasanya perak nitrat, povidin iodin) atau salep antibiotik (misalnya eritromisin) untuk membunuh bakteri yang bisa menyebabkan konjungtivitis gonokokal.

Orang dewasa bisa mendapatkan konjungtivitis gonokokal melalui hubungan seksual (misalnya jika cairan semen yang terinfeksi masuk ke dalam mata). Biasanya konjungtivitis hanya menyerang satu mata.

Dalam waktu 12-48 jam setelah infeksi mulai, mata menjadi merah dan nyeri. Jika tidak diobati bisa terbentuk ulkus kornea, abses, perforasi mata bahkan kebutaan. Untuk mengatasi konjungtivitis gonokokal bisa diberikan tablet, suntikan maupun tetes mata yang mengandung antibiotik.

[sunting]
Konjungtivitis Vernalis

Konjungtivitis vernalis adalah salah satu bentuk dari konjungtivitis yang disebabkan oleh faktor alergi, disamping juga dipengaruhi oleh faktor, yakni; iklim, usia, dan jenis kelamin.penyakit ini biasanya mengenai pasien muda antara 3-25 tahun. Pada laki-laki biasanya dimulai pada usia dibawah 10 tahun. Pada umumnya penderita konjungtivitis vernalis mengeluh gatal, mata merah, dan mengeluarkan sekret atau kotoran. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih.

[sunting]
Masa Inkubasi

Waktu terekspos sampai kena penyakit 1-3 hari.

[sunting]
Gejala

Mata terasa kasar menggatalkan, merah dan mungkin berair. Kelopak mata mungkin menempel sewaktu bangun tidur. Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran. Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih.

Kelopak mata bisa membengkak dan sangat gatal, terutama pada konjungtivitis karena alergi.

Gejala lainnya adalah: - mata berair - mata terasa nyeri - mata terasa gatal - pandangan kabur - peka terhadap cahaya - terbentuk keropeng pada kelopak mata ketika bangun pada pagi hari.

[sunting]
Pencegahan

  1. Konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan sesudah membersihkan atau mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangannya bersih-bersih.
  2. Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani mata yang sakit.
  3. Jangan menggunakan handuk atau lap bersama-sama dengan penghuni rumah lainnya.
  4. Gunakan lensa kontak sesuai dengan petunjuk dari dokter dan pabrik pembuatnya.

Jumat, 16 Juli 2010

Wanita Pekerja Rentan Kurang Gizi

Sebagian besar pekerja, terutama wanita, memiliki masalah kurang gizi. Mengapa demikian? Selain disebabkan oleh stres, baik lingkungan maupun beban kerja, wanita juga mengalami menstruasi secara berkala dan cenderung melakukan diet. Faktor lainnya adalah kurang memperhatikan asupan nutirisi karena alasan sibuk.

Padahal, asupan gigi yang kurang ditambah tingkat stres yang tinggi dan polusi bisa menurunkan sistem imunitas tubuh. Akibatnya, kita jadi mudah terkena penyakit karena virus yang menyerang kurang mendapat perlawanan dari tentara imun.

Makanan, terutama sayur dan buah merupakan sumber antioksidan yang berfungsi menetralkan radikal bebas. Stres dan polusi juga termasuk dalam radikal bebas. Sementara itu vitamin dan mineral berfungsi membantu kerja berbagai jenis enzim, yang berfungsi sebagai antioksidan.

Kebutuhan zat gizi yang tidak dapat dipenuhi dari makanan, sebenarnya bisa dicukupi dari konsumsi suplemen multivitamin. Penelitian yang dilakukan Dr.Fitrah Ernawati MSc, peneliti Puslitbang Gizi dan Makanan dari IPB, Bogor, dan timnya, menunjukkan pekerja wanita yang mendapat suplemen multivitamin dan mineral memiliki kadar vitamin E dan kadar superoxide dismutase cukup tinggi.

Vitamin E adalah antioksidan yang dapat memutus rantai radikal bebas melalui beberapa proses. Sedangkan, Superoxide Dismutase (SOD) adalah enzim yang berfungsi untuk memperbaiki sel dan mengurangi kerusakan sel yang ditimbulkan oleh superoksida; radikal bebas yang terdapat dalam tubuh.

"SOD berfungsi ganda sebagai antioksidan dalam tubuh dan menetralkan radikal bebas yang dapat menyebabkan keriput dan perubahan sel pada tubuh," kata Dr.Rimbawan, ketua peneliti dari Departemen Gizi Masyarakat IPB, dalam siaran persnya.

Penelitian dilakukan terhadap 150 karyawati yang bekerja di pabrik garmen di kawasan Bogor. Mereka dianggap rentan kekurangan gizi mikro dan terpapar stres oksidatif di tempat kerja. Penelitian dilakukan selama 70 hari dengan membagi sampel ke dalam dua kelompok besar, yaitu mereka yang diberi suplemen multivitamin dan plasebo.

Hasilnya, Redoxon Fortimun, suplemen multivitamin dan mineral terbukti meningkatkan 47% kadar SOD yang menetralisir radikal bebas dalam tubuh.

Hasil penelitian tersebut menjadi materi diskusi dalam simposium ”Allergy and Clinical Immunology Update in Daily Practice” yang diselenggarakan oleh Jakarta Allergy and Clinical Immunology Network (JACIN) di Bogor pada tanggal 26-27 Juni 2010.

70 Persen Penderita Kusta, Warga Miskin

SERANG - Jumlah penderita penyakit kusta di Kabupaten Serang, Provinsi Banten, tercatat 181 orang termasuk 31 kasus baru yang ditemukan pada 2010.

"Pengobatan terus dilakukan secara kontinyu untuk mematikan bakterinya," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Provinsi Banten, Sri Nurhayati Sri, Jumat (16/7/2010).

Ia mengatakan, Bazda memberikan bantuan Rp 30 ribu per bulan kepada setiap penderita kusta. "Itu untuk transportasi saja," kata Ketua Bazda Kabupaten Serang Wardi Muslih.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Agus Gusmara mengatakan, pengobatan kusta di Kabupaten Serang mengalami perkembangan yang cukup baik.

Beberapa penderita, telah benar-benar sehat dan bakteri yang menyebabkan kusta telah mati. "Tapi cacatnya tidak bisa diobati. Kalau bakterinya yakni mikrobacterium leprae bisa diobati sampai benar-benar tidak menular lagi," katanya.

Pengobatan yang dilakukan Dinkes, gratis karena kusta masuk dalam kategori penyakit menular berbahaya. Selain itu, 70 persen masyarakat yang terkena kusta adalah masyarakat kelas bawah.

"Penularan bisa terjadi dari percikan air ludah atau kontak langsung dalam waktu cukup lama. Tapi itu juga tergantung pada daya tahan tubuh yang bersangkutan," katanya.

Kalau daya tahan tubuh lemah, bakteri kusta dapat dengan mudah menyerang dan berinkubasi sampai menyebabkan hal yang fatal.

Kusta, kata Agus, adalah penyakit yang menyerang susunan saraf dan bisa menyebabkan penderita tidak merasakan apa-apa atau mati rasa.

"Karena mati rasa, penderita tidak merasakan apa-apa jika tubuhnya luka. Nah ini yang biasanya menyebabkan kecacatan," kata Agus.

Daerah Serang Timur, menurut Agus, adalah tempat yang paling banyak ditemukan kasus kusta. "Kecamatan Jawilan, Cikande, dan Cikeusal," katanya.

Sementara itu, Sri mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan penularan penyakit kusta. "Duduk bersama, salaman, tidak masalah," katanya.

Penularan, terjadi jika ada kontak yang lama dengan penderita. Oleh karena itu, penderita kusta tidak boleh diisolasi.

"Saat ini sudah ada kelompok perawatan diri. Di sana penderita diajari cara merawat luka dan bertukar pengetahuan di antara penderita," katanya.